10 Lembaga yang ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek tahun 2015

Berikut ini adalah daftar 10 lembaga yang ditetapkan sebagai pusat unggulan iptek tahun 2015

  •  Konsorsium Riset Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan

KR-PHTB merupakan konsorsium dari 3 institusi, yaitu Pusat Kajian Hutan Tropis di bawah LPPM Unlam, Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Banjarbaru di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Balai Riset dan Standardisasi Industri (BARISTAND) Banjarbaru dibawah Kementerian Perindustrian.  Selain itu KR-PHTB memiliki mitra BALITBANGDA Prop. Kal-Sel dan PT. Jorong Barutama Greston (PT.JBG).  KR-PHTB telah dibina oleh Kemenristekdikti sejak tahun 2013,dan terus menerus disupervisi dan monev sebanyak 2-3 kali per tahun.  Target yang dinilai terdiri dari dua bagian, yaitu academic excellence dan komersialisasi dan pemanfaatan hasil riset.  Hingga kini KR-PHTB sudah mengkomersialisasi beberapa produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), yaitu forest tea, pupuk organik BIOCOM, pupuk organik cair BIOFER, madu hutan Bitter Honey, dan produk instant herbal.  Kedepan masih banyak lagi produk yang akan dikembangkan terutama menghilirisasi produk-produk Hasil Hutan Bukan Kayu lainnya.

Pusat Mikroelektronika (PME) ITB merupakan pusat penelitian terkemuka yang berfokus pada bidang elektronika. Dikepalai oleh Trio Adiono, Ph.D, PME ITB memiliki visi menjadi pusat keunggulan yang mendorong penelitian teknologi elektronika dan pengembangan dasar industri elektronik. Selain itu, PME ITB juga melakukan inkubasi bisnis bagi perusahaan start-up berbasis teknologi.

PME ITB didirikan pada tahun 1986 melalui kerjasama DIKTI dan Bank Dunia. Pada Desember 2013, Kementrian Ristek dan Teknologi Republik Indonesia telah menetapkan PME sebagai Pusat Unggulan IPTEK bidang Broadband Wireless Access. Dengan bekal sumber daya manusia ahli, peralatan penunjang yang memadai, serta pengalaman panjang, PME ITB memang layak menjadi pusat unggulan IPTEK nasional.

Pusat Penelitian Pasar Jumat didirikan pada 20 Desember 1966. Setelah mengalami beberapa kali perubahan nama maka pada tahun 2013 berdasarkan Peraturan Kepala BATAN Nomor 14 Tahun 2013 ditetapkan menjadi PAIR.

Kegiatan penelitian diawali dengan pemanfaatan tenaga nuklir untuk teknik Uji Tak Rusak dan perunut untuk inspeksi kerusakan komponen produksi pada industri gula dan bejana tekan pada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Teknik perunut mulai dimanfaatkan untuk mendeteksi kebocoran bendungan, pola gerakan sedimen dan pendangkalan pelabuhan.

Pada tahun 1972, PAIR telah memulai penelitian padi tahan hama wereng coklat dengan teknik mutasi radiasi melalui kolaborasi dengan IAEA. Penelitian efek radiasi gamma untuk tujuan lain, seperti dekontaminasi pangan, modifikasi bahan industri, degradasi pestisida, teknik serangga mandul, pemupukan dan peternakan juga mulai dilaksanakan.

Diawali pada bulan Oktober 2000, muncul gagasan yang dikemukakan oleh Menteri Pertanian saat itu, Bapak Bungaran Saragih bahwa sudah saatnya Departemen Pertanian memiliki institusi penelitian yang menangani bidang pascapanen untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Gagasan tersebut kemudian bergulir dan ditandaklanjuti oleh pucuk pimpinan Badan Litbang Pertanian.

Didasari oleh keinginan yang kuat untuk mendukung pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, maka Badan Litbang Pertanian membentuk Pokja Pascapanen melalui Surat Penugasan Kepala Badan Litbang Pertanian No. Kp.440.010101.39, tanggal 23 Januari 2001 dengan tugas menyiapkan berdirinya institusi litbang pascapanen. Pentingnya Litbang Pascapanen sebenarnya sudah didambakan sejak lama, dan pernah lahir dalam bentuk Proyek Penelitian Pascapanen Pertanian pada tahun 1985-1990.

Dalam setahun kegiatan Pokja, lahir Balai Penelitian Pascapanen Pertanian (Balitpasca) dengan dasar hukum Kepmen No. 76/Kpts/T.210/1/2002 tanggal 29 Januari 2002, sebagai institusi eselon III, dan berdomisili di Jakarta, tepatnya Jl. Ragunan 29A, Pasarminggu, Jakarta Selatan. Tugas pokok yang dibebankan kepada Balitpasca adalah melaksanakan kegiatan penelitian bidang pascapanen pertanian. Balitpasca didukung oleh para peneliti dan tenaga administrasi yang berasal dari beberapa institusí lingkup Badan Litbang Pertanian.

Peningkatan eselon diperoleh Balitpasca di penghujung tahun 2003, dengan ditetapkannya menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB-Pascapanen) melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 623/Kpts/OT.140/12/2003 tanggal 30 Desember 2003. Tugas pokok melaksanakan dan merumuskan program penelitian dan pengembangan teknologi pascapanen pertanian.

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) mempunyai sejarah yang panjang sejak didirikan tahun 1972 dengan nama Lembaga Pusat Penelitian Pertanian (LP3) Cabang Sukamandi.

Pada tahun 1980, Presiden Suharto meresmikan institusi ini dengan nama Balai Penelitian Tanaman Pangan (Balittan) Sukamandi yang menangani penelitian padi dan palawija.

Sejak tahun 1994, lembaga ini memperoleh mandat khusus untuk padi dengan nama Balai Penelitian Tanaman Padi (Balitpa) dengan status Eselon IIIa.

Sejalan dengan kontribusi dan tanggung jawabnya, Balitpa kemudian ditingkatkan statusnya menjadi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) pada tahun 2006 dengan status eselon IIb dalam lingkup Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.

  •  Balai Besar Penelitian Veteriner

Sejarah BBlitvet tidak terlepas dari perjalanan sejarah nasional yang terdiri dari tiga masa utama yaitu sebelum kemerdekaan, masa kemerdekaan, masa pembangunan nasional dan masa reformasi. Sepanjang perjalanan sejarahnya, BBalitvet mengalami pergantian nama hingga 10 kali yaitu :

1. Veeartsenijkundig Laboratorium (V.L.) 1908
2. Veeartsenijkundig Instituut (V.I.) 1927
3. Balai Penyidikan Penyakit Hewan (BPPH) 1942
4. Veeartsenijkundig Instituut NICA 1947
5. Lembaga Penyakit Hewan (LPH) 1950
6. Lembaga Pusat Penyakit Hewan (LPPH) 1955
7. Lembaga Penelitian Penyakit Hewan (LPPH) 1962
8. Balai Penelitian Penyakit Hewan (BPPH) 1980
9. Balai Penelitian Veteriner (Balitvet) 1984
10.  Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor (Bbalitvet) 2006

  •  Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi

Laboratorium surfaktan dan polimer IPB ini terealisasi berkat kerja sama antara IPB dengan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu  Minyak dan Gas (BP Migas) PT Pertamina, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, serta PT Bank Mandiri.

Kepala BP Migas R Priyono memaparkan, Indonesia memiliki sekira 160 jenis minyak, atau paling banyak di dunia. Tiap jenis membutuhkan ahli untuk analisa secara kompleks. Tidak hanya itu, untuk tiap proses analisis, BP Migas sedikitnya menggelontorkan dana USD1,2 juta.

Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB dibentuk berdasarkan Keputusan Rektor No. 080/C/1990 pada tanggal 28 Juli 1990, untuk mencapai keinginan luhur dan kepedulian bersama atas kondisi strategis sebagai berikut:

  1. Satwa primata Indonesia yang terdiri dari 35 jenis (sekarang diduga 40 jenis) dengan berbagai tipe habitatnya ikut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tngkat biodiversitas ke-dua di dunia.
  2. Satwa primata Indonesia telah menjadi flag-spesies dalam gerakan konservasi nasional maupun menjadi payung (umbrella)pelestarian bioregional.
  3. Berkat kesamaan filogenetiknya, satwa primata Indonesia terbukti dan memiliki prospek yang cerah sebagai hewan laboratorium/hewan model dalam program riset biomedis nasional maupun internasional bagi kesejahteraan manusia.
  4. Keanekaragaman satwa primata dan ekosistemnya memberikan sumbangan yang luar biasa dalam pengembangan studi komparatif biologi, life science, antropologi dan kedokteran serta kualitas lingkungan hidup.
  5. Kemampuan IPB dalam pengembangan sumberdaya manusia, iptek dan kebijakan yang berbasis riset primatologi akan ikut menjadi tonggak kekuatan moral dan daya-saing nasional dalam pelestarian satwa primata, peningkatan kualitas hidup dan pendapatan negara serta kesejahteraan manusia.

Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) didirikan pada tanggal 10 Januari 1973, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 14/Kpts/Um/1973 dengan nama pada saat didirikan adalah Balai Penelitian Teh dan Kina (BPTK). Mandat BPTK adalah melaksanakan kegiatan penelitian komoditi teh dan kina. Sebelum BPTK didirikan, kegiatan penelitian komoditi teh dilakukan oleh Balai Penelitian Perkebunan Bogor, sedangkan untuk komoditi kina dilakukan oleh Pusat Penelitian Budidaya Kina Tjinjiruan.

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor: 823/Kpts/KB/110/11/1989, tanggal 30 November 1989, pengelolaan BPTK dialihkan dari Badan Litbang Pertanian kepada Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia (AP3I). Nama BPTK diubah menjadi Pusat Penelitian Perkebunan Gambung (Puslitbun Gambung). Sesuai Ketetapan Rapat Anggota AP3I nomor: 06/RA/VII/92, tanggal 25 Juli 1992 yang telah disetujui oleh Menteri Pertanian, sesuai Surat Menteri Pertanian nomor: OT.210/552/Mentan/XII/92, tanggal 17 Desember 1992, nama Puslit Perkebunan Gambung diubah menjadi Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK).

Sejak tahun 1996 AP3I digabung dengan AP2GI (Asosiasi Penelitian dan Perkebunan Gula Indonesia) menjadi APPI (Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia). Pada tanggal 31 Januari 2003 dibentuk Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) yang merupakan induk organisasi yang mengelola PPTK.

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman atau Lembaga Eijkman (disingkat LBME, dalam bahasa Inggris Eijkman Institute for Molecular Biology) adalah lembaga penelitian biologi molekuler berstatus satuan kerja di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan TinggiRepublik Indonesia (Kemenristekdikiti RI).[1][2] Nama Lembaga Eijkman dipakai untuk menghormati Christiaan Eijkman, peneliti berkebangsaan Belanda yang menjabat direktur pertama sekaligus penerima penghargaan Nobel bidang kedokteran pada tahun 1929 atas penemuan konsep vitamin, ketika melakukan studi penyakit beri-beri di Batavia.[3] Lembaga Eijkman menempati bangunan berarsitektur Belanda di Jalan Diponegoro No.69, Jakarta Pusat.

Sejarah

Pada tahun 1888, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Geneeskundig Laboratorium (bahasa Inggris: The Central Laboratory of Public Health Service, bahasa Indonesia: Laboratorium Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat) di Batavia.[6]Christiaan Eijkman ditunjuk sebagai direktur pertama dan menjabat sejak 15 Januari1888 hingga 4 Maret1896

Pada tahun 1938, bertepatan dengan peringatan 50 tahun berdirinya institusi ini, nama Lembaga Eijkman mulai digunakan sebagai bentuk penghargaan terhadap Christiaan Eijkman.[4] Christiaan Eijkman meraih hadiah Nobel di bidang kedokteran pada tahun 1929 atas penelitiannya tentang penyakit beri-beri yang disebabkan oleh kekurangan senyawa yang terdapat pada kulit beras, sebuah konsep yang menjadi cikal-bakal penemuan vitamin.[8]

Sejak tahun 1938, Lembaga Eijkman dipimpin oleh Prof. Dr. Achmad Mochtar hingga kematiannya di tahun 1945 akibat hukuman pancung oleh tentara Jepang untuk menyelamatkan peneliti-peneliti di institusinya yang dituduh mencemari vaksin tetanus. [9] Dr. Achmad Mochtar adalah orang Indonesia pertama yang menjabat posisi sebagai direktur Lembaga Eijkman.

Akibat pergolakan ekonomi dan politik Indonesia di tahun 1960an, Lembaga Eijkman ditutup dan digabungkan dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo.  Tiga dekade kemudian pada bulan Desember 1990, dalam rangka memperingati satu abad penemuan defisiensi vitamin B1 sebagai penyebab beri-beri oleh Christian Eijkman, B.J. Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi memutuskan untuk membuka kembali Lembaga Eijkman.[4][1]Lembaga Eijkman secara sah dihidupkan kembali pada Juli 1992.[1] Laboratorium mulai beroperasi pada April 1993 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 19 September 1995.[1] Lembaga Eijkman di era baru dipimpin oleh Profesor Sangkot Marzuki sejak tahun 1992 hingga tahun 2014. Tahun 2014 hingga sekarang, jabatan Direktur Lembaga Eijkman dipegang oleh Profesor Amin Soebandrio.

2 thoughts on “10 Lembaga yang ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek tahun 2015

  • 4 April 2019 pada 7:28 pm
    Permalink

    Prednisone Purchase [url=http://cialcost.com]cialis cheapest online prices[/url] Medicamento Priligy 30 Mg Dutasteride On Line Without Dr Approval Pharmacy Buy Doxycycline Online For Humans

    Balas
  • 18 Desember 2019 pada 12:09 am
    Permalink

    you’re in reality a excellent webmaster. The site loading
    speed is incredible. It seems that you’re doing any distinctive trick.
    Also, The contents are masterpiece. you have done a excellent job on this matter!

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: