8 Lembaga Pusat unggulan Iptek tahun 2016

Berikut ini adalah daftar lembaga yang ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek tahun 2016:

Sejarah Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka  (PTRR) dimulai dari bidang Radioisotop pada Pusat Reaktor Atom Bandung, yang memiliki Reaktor Nuklir Triga Mark II. Dengan menggunakan fasilitas yang ada pada reaktor nuklir tersebut, bidang Radioisotop berhasil mengembangkan teknologi radioisotop dan bidang Radiofarmaka berhasil mengembangkan senyawa bertanda dan kit radiofarmaka. Kemudian, penelitian pengembangan dan produksi radioisotop dan radiofarmaka dilakukan oleh Pusat Produksi Radioisotop (PPR) yang didirikan berdasarkan SK Dirjen BATAN no.2/XII/Dirjen-BATAN/1986, tetapi peresmian penggunaan gedung 10 dan 11 di kawasan PUSPIPTEK Serpong baru dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 1989. Sejak saat itu, seluruh kegiatan PPR dilakukan di gedung10 dan 11 di kawasan PUSPIPTEK Serpong.  Kegiatan PPR – BATAN  dalam memproduksi radioisotop sangat ditunjang oleh keberadaan Reaktor Serba Guna (RSG) GA Siwabessy yang merupakan jenis reaktor riset (penelitian) yang mempunyai daya 30 MW.

Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan memiliki tiga kelompok peneliti yaitu kelompok peneliti keamanan pangan dan lingkungan, kelompok peneliti bioteknologi dan kelompok peneliti pengolahan produk kelautan dan perikanan. Ketiga kelompok peneliti yang dimiliki BBRP2BKP didukung oleh SDM peneliti yang ahli dan berpengalaman dibidangnya. Dalam rangka melaksanakan salah satunya fungsinya dalam hal penelitian BBRP2BKP melayani jasa kerjasama penelitian dan magang bagi mahasiswa baik D3, S1, S2 dan S3 serta masyarakat dan aparat pemerintah  dibidang keamanan pangan dan lingkungan, bioteknologi dan pengolahan produk kelautan dan perikanan.

Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan  penelitian dan magang/pkl di Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan dapat dilihat DISINI

Sejarah Biomaterial yang dirintis pada awal tahun 1980-an tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan beberapa pemangku kepentingan akan penelitian untuk meningkatkan nilai tambah produk utama hayati yang pada saat itu diekspor dalam bentuk bahan mentah seperti kayu gelondongan dan karet mentah. Kondisi tersebut mendorong pimpinan LIPI yang diprakarsai oleh Deputi IPT Prof. Muhammadi (alm) saat itu dengan menawarkan kepada satuan kerja di lingkunan Kedeputian IPT. Tantangan tersebut akhirnya ditangkap oleh Lembaga Fisika Nasional di Bandung yang saat itu dipimpin oleh Drs. Arjuno Brojonegoro, MSc. Selanjutnya,Dr Nilyardi Kahar (alm) yang saat itu menjadi Asisten Direktur Ilmiah dan pernah mendalami ilmu polimer merintis kelompok penelitian yang bernama Laboratorium Kayu dan Elastomer. Pengembangan kompetensi dilakukan bekerjasama dengan lembaga litbang nasional sejenis dan merintis kerjasama penelitian, pendidikan S2, S3 dan training dengan Kyoto University-Jepang dan beberapa perguruan tinggi di Jerman dan Australia.

  •  Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya

Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda. Namun pada perkembangannya pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan sebagai wadah bagi ilmuwan terutama bidang botani di Indonesia secara terorganisasi pada zaman itu (1880 – 1905). Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).

Setelah kemerdekaan, tahun 1949 ‘s Lands Plantentiun te Buitenzorg berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LLPA) untuk pertama kalinya dikelola dan dipimpin oleh bangsa Indonesia, Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Pada waktu itu LPPA punya 6 anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus Botanicus Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Treub Laboratorium, Musium Zoologicum Bogoriensis dan Laboratorium Penyelidikan Laut. Pada tahun 1956 untuk pertamakalinya pimpinan Kebun Raya dipegang oleh bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kassanmenggantikan J. Douglas.

Terkait dengan pengembangan koleksi tanaman yang sesuai dengan iklim di Indonesia, Kebun Raya Bogor membangun beberapa cabang kebun raya lainnya:

  1. Kebun Raya Cibodas (Bergtuin te Cibodas, Hortus dan Laboratorium Cibodas) di Jawa Barat. Luasnya 120 hektar berada pada ketinggian 1400 mdpl, didirikan oleh Johannes Elias Teijsmann tahun 1866, mempunyai koleksi tanaman khas dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan sub-tropis. Tahun 1891 Kebun ini dilengkapi dengan Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna.
  2. Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa Timur. Luasnya 85 hektar berada pada ketinggian 250 mdpl, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941, mempunyai koleksi tanaman khas dataran rendah beriklim kering daerah tropis.
  3. Kebun Raya “Eka Karya” Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 hektar berada pada ketinggian 1400 mdpl, mempunyai koleksi tanaman khas dataran tinggi beriklim kering.
  •  Pusat Penelitian Bioteknologi

Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Puslit Bioteknologi-LIPI) adalah pusat penelitian yang bernaung di bawah lingkungan kerja dan bertanggungjawab kepada Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Kedeputian IPH-LIPI). Berdiri pada tanggal 13 Januari 1986, Puslit Bioteknologi-LIPI dibentuk dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan Bioteknologi di Indonesia. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.1 Tahun 1986.

Pada awalnya, Puslit Bioteknologi-LIPI bersama dengan Puslit Biologi-LIPI dan Puslit Limnologi-LIPI, tergabung di dalam Lembaga Biologi Nasional (LBN). LBN yang berdiri pada tahun 1962, merupakan bagian dari Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LPPA) yang berada di bawah bimbingan dan koordinasi Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI). Majelis ini dibentuk pada era Presiden Soekarno berdasarkan UU no .6 tahun 1956. Seiring perjalanan waktu, pada tanggal 23 Agustus 1967, MIPI berganti nama menjadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Perubahan ini ditetapkan berdasarkan Keppres no 128 tahun 1967.

Pusat Penelitian (Puslit) Bioteknologi-LIPI, pada mulanya bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Bioteknologi-LIPI. Pada bulan April 1993, Puslitbang Bioteknologi-LIPI bersama Puslitbang Biologi-LIPI menempati Gedung Kusnoto yang terletak pada di Jalan Ir.H. Djuanda No. 18 Bogor. Kemudian sejak tanggal 1 Oktober 1993, semua kegiatan dipindahkan ke Cibinong Science Center (CSC-LIPI) yang terletak di Jalan Raya Bogor Km 46 Cibinong, Kabupaten Bogor- Jawa Barat. Pada tahun 2001, sesuai SK Kepala LIPI No. 1151/Kep/2001 Puslitbang Bioteknologi-LIPI berubah nama menjadi Puslit Bioteknologi-LIPI.

  • Balai Penelitian Tanaman Palma

Balai Penelitian Tanaman Palma sebagai institusi yang memiliki mandat penelitian tanaman kelapa, kelapa sawit, sagu, aren pinang, lontar, gewang, dan nipah telah memperoleh ISO 9001 : 2008 dan ISO/IEC 17025 : 2008.  Balai Penelitian Tanaman Palma memiliki fasilitas penelitian yang memadai, yaitu  4 unit Kebun Percobaan dengan luas 174,7 ha, 5 unit laboratorium (Ekofisiologi, Pasca Panen, Pemuliaan, Bioteknologi, Hama dan Penyakit), 4 unit green house dan 2 unit screen house, 1 unit bengkel rekayasa alat pengolahan pupuk dan hasil pertanian, 1 unit percontohan bioindustri kelapa, serta didukung oleh perpustakaan digital dan konvensional. Kegiatan penelitian tidak hanya dilakukan di lokasi kebun percobaan dan laboratorium milik Balit Palma, tetapi dilakukan juga di lokasi dan laboratorium milik pemerintah daerah, universitas nasional dan internasional.

BBPPBPTH merupakan struktur organisasi baru yang terbentuk sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P. 18/Menlhk/Setjen/OTL.O/I/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Sejalan dengan Permenlhkt tersebut, BBPPBPTH mempunyai tugas melaksanakan penelitian di bidang bioteknologi, pemuliaan dan pengembangan tanaman hutan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Litbang dan Inovasi. Pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan penelitian tetap dilanjutkan berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan dalam Renstra tahun 2010-2016, sedangkan untuk kegiatan non penelitian melakukan kegiatan yang menyangkut kinerja BBPPBPTH terdiri dari penyelenggaraan program anggaran, kerjasama penelitian, pelayanan teknis kepada pengguna dan pemangku kepentingan, serta kegiatan evaluasi dan pelaporan.

Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, BBPPBPTH menyelenggarakan fungsi penyusunan rencana program kerja dan anggaran penelitian bidang bioteknologi dan pemuliaan tanaman hutan, pelaksanaan kerjasama penelitian dibidang bioteknologi dan pemuliaan tanaman hutan, pelaksanaan penelitian dibidang bioteknologi dan pemuliaan tanaman hutan, pemberian pelayanan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) hasil-hasil penelitian serta layanan penelitian dibidang bioteknologi dan pemuliaan tanaman hutan, pelaksanaan pengelolaan sarana prasarana penelitian dibidang bioteknologi dan pemuliaan tanaman hutan, pelaksanaan pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan khusus, pelaksanaan Evaluasi dan Pelaporan, serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai Besar.

Balai Besar Industri Agro (BBIA) merupakan institusi yang memberikan jasa pelayanan teknis kepada masyarakat industri, khususnya industri hasil pertanian, dalam rangka mewujudkan pengembangan industri yang berdaya saing kompetitif baik secara nasional maupun internasional.

Awal berdiri tahun 1890 dengan nama Agricultuur Chemisch Laboratorium dalam lingkungan Department van Landbouw, Nijverheid en Handel dengan tugas antara lain :

  1. Melayani para ahli dan sarjana pertanian dalam meneliti tanaman-tanaman tropis terutama yang ada di Kebun Raya serta arti ekonomi dari tanaman-tanaman tersebut.
  2. Memeriksa/menguji barang-barang dan bahan untuk intansi pemerintah terutama dalam bidang pertanian, perdagangan dan sebagainya.

One thought on “8 Lembaga Pusat unggulan Iptek tahun 2016

  • 26 April 2019 pada 11:59 am
    Permalink

    Finasteride 10mg Overseas Low Price Prezzo Kamagra Germania Cialis Madrid En Mano viagra Propecia Cost Online Professional Viagra Reviews Cialis 10mg Online For Sale

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: