Keunggulan Teknologi CBI untuk sistem persinyalan Kereta Api Indonesia

Kebutuhan revitalisasi sistem interlocking elektrik sebagai sarana penunjang keselamatan perjalanan kereta api setiap tahunnya semakin meningkat. Sistem interlocking mekanik dirasakan sudah tidak lagi memadai mengingat bertambahnya jadwal perjalanan kereta api. Kehadiran sistem interlocking elektrik adalah usaha untuk dapat meningkatkan keselamatan dan kenyaman lalu-lintas kereta api. COMPUTER BASED INTERLOCKING (CBI) Len Vital Processor System / Len VPS adalah interlocking generasi ketiga setelah Sistem Interlocking Len-02 (SIL-02). CBI diharapkan dapat menjawab tantangan kebutuhan perangkat interlocking tersebut yang memenuhi standar safety yang ada. Dengan local contents yang tinggi, lebih kompak, kompetitif CBI dapat digunakan secara fleksibel mulai dari layout stasiun yang sederhana sampai dengan yang sangat kompleks pada lintas-lintas utama.

Sebagaimana halnya CBI, SIL-02 pun lahir dari proses pengembangan. Perbedaan fisik yang paling mendasar bahwa SIL-02 merupakan hasil pengembangan sistem yang dibangun dari produk standar (PLC), sedangkan CBI hasil pengembangan produk yang dibangun dari komponen-komponen dasar. Selain itu, program pengembangan CBI sejatinya merupakan salah satu implementasi dari road map Divisi Pustekin PT Len Industri (Persero) untuk menelurkan produk-produk inti sistem persinyalan di Indonesia.

Arsitektur CBI

Arsitektur sistem CBI memiliki konfigurasi hardware 2 out of 2 dan didesain untuk memenuhi kriteria fail-safe untuk sistem yang digunakan pada aplikasi railway. Dengan konfigurasi 2 out of 2 maka peluang kesalahan akan direduksi. Sistem terdiri dari sistem hardware dan software yang keduanya merupakan sebuah sistem yang terintegrasi.

Pada sisi hardware CBI terdapat modul-modul yang jumlah modulnya fleksibel dapat digunakan untuk layout stasiun yang berbeda-beda. Hardware CBI menggunakan dua prosesor yang bekerja secara bersamaan independen dan saling mengecek. Software pada CBI terdiri dari dua macam yaitu System Software dan Application Software. Hardware CBI telah dilengkapi system software yang mengatur komunikasi antar modul, device dan operasi interlockingSystem software bersifat permanen, tidak dapat diubah pada level pengguna dan operator karena telah ditetapkan pada saat desain kecuali ada perubahan versi.

Application Software merupakan software yang dapat disesuaikan oleh Application Engineer berdasarkan tabel interlocking yang bersesuaian dengan kondisi layout stasiun di lapangan. Application Software dapat dikerjakan secara integral dengan fitur-fitur lainnya pada DPS (Data Preparation Software). Dengan DPS seluruh proses pemrograman, kompilasi, simulasi dan diagnostik/monitoring dapat dikerjakan secara integral.

disadur dari www.len.co.id

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: