Networking untuk Penguasaan Teknologi Radar

Radar adalah suatu sistem gelombang elektromagnetik yang berguna untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat pemetaan benda-benda seperti pesawat terbang, berbagai kendaraan bermotor dan informasi cuaca. Panjang  gelombang yang dipancarkan radar bervariasi mulai dari milimeter hingga meter. Sesuai dengan namanya “radar” yang merupakan singkatan dari kata radio detection and ranging yang dimaksud menggunakan gelombang radio untuk mendeteksi.  Pulsa gelombang radio atau gelombang mikro yang dihasilkan oleh antena transmisi pada sistem ini akan dipantulkan oleh objek yang diinginkan atau apapun selama masih dalam jalur cakupan radar. Pengembalian sedikit energi gelombang yang dipantulkan akan menuju ke antena penerima yang tidak jauh dari antena pemancar sistem ini. Radar ini banyak berkembang selama perang dunia ke dua Di jaman modern ini penggunaan radar bervariasi, mulai dari mengontrol lalulintas pesawat di bandara, sistem pertahanan udara, sistem anti bom/ranjau, untuk radar laut sebagai penentu letak kedudukan kapal diatas laut, untuk pengawasan luar angkasa dan sistem orbit, untuk meteorologi pemantauan curah hujan, membantu sistem penemuan target yang dilakukan rudal, dan radar tanah untuk kepentingan geologi. Sistem radar yang berteknologi tinggi berhubungan dengan proses sinyal digital dan mampu melakukan pengolahan informasi yang diinginkan untuk dijauhkan dari noise yang sangat tinggi.

Penggunaan Komponen yang banyak di pasaran

Teknologi radar yang selama ini diimpor dari luar negeri, seringkali menjadi masalah dalam hal harga dan proses perbaikannya. Pengetahuan tentang radar relatif tertutup dan sulit untuk transfer pengetahuan ke dalam negeri. Namun sejak kepulangan beberapa personil dari luar negeri seperti dari TU Delft Belanda, perkembangan teknologi radar relative cukup maju. Beberapa kelompok penelitian yang mencoba mengembangkan produk radar, salah satunya kelompok yang mengembangkan radar LPI (low probability of intercept). Kelompok ini cukup berhasil setelah produknya melakukan uji coba lapangan. Keunggulan radar ini secara fungsi dapat melihat tanpa terlihat berkat design daya yang rendah. Selain itu dari sisi komponen, ada kesengajaan menggunakan komponen solid state yang banyak dijual dipasaran. Hal ini dilakukan untuk menghindari embargo agar industri pembuatan radar tetap ada dan berjalan. Teknologi radar ini sebetulnya secara system mempunyai dasar yang sama dan menjadi reference untuk pengembangan radar aplikasi yang lain.

Networking untuk peningkatan kompetensi

Kelompok penelitian ini dalam menjalankan kegiatannya didukung secara kolaborasi. Yang terlibat antara lain PT.Telekomunikasi dan Radar Indonesia untuk pengembangan designnya, PT. Solusi 247 untuk integrasi, PT.Pandu Biam Daya untuk mekanik sementara pengujiannya di laboratorium radio frekwensi di BPPT. Dengan berjalannya waktu dan tuntutan akan penguasaan teknologi secara terus menerus, maka didatangkan Prof. Ligthart dari TU Delft. Secara rutin Prof tersebut ke Indonesia untuk membimbing pengembangan radar. Selain itu untuk peningkatan kandungan teknologi, PT.Solusi 247 telah melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi yang mampu menyelesaikan tantangan teknologi ke depannya. Mulai dari UI, ITB, UGM dan ITS termasuk dengan LIPI. Sebagai industri yang berkembang, strategi kerjasama yang dilakukan PT. Solusi 247 dengan perguruan tinggi cukup memberikan harapan. Kelebihan masing–masing SDM dari banyak pihak akan coba digabung untuk peningkatan produktivitas. Sementara ini ada beberapa produk radar hasil karya PT.Solusi 247 telah dipasang di kapal perang dan pelabuhan.

(Disarikan dari berbagai sumber Emwe)

One thought on “Networking untuk Penguasaan Teknologi Radar

  • 9 Oktober 2019 pada 2:49 pm
    Permalink

    The next time I learn a blog, I hope that it doesnt disappoint me as a lot as this one. I imply, I do know it was my option to learn, however I truly thought youd have something attention-grabbing to say. All I hear is a bunch of whining about one thing that you could possibly fix if you werent too busy on the lookout for attention.

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: