Pengembangan Teknologi Pasca Panen untuk ketersediaan produk terus menerus

Harapan pelaku pertanian dan nelayan pada saat panen seringkali bertolak belakang dengan keadaan yang ada, jangankan mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang direncanakan, yang terjadi justru sebaliknya, hasilnya seringkali kurang menguntungkan. Banyaknya kendala yang dihadapi pada saat pasca panen, menjadi penyebabnya, salah satu yang menonjol antara lain keterbatasan pengetahuan dalam menangani. Sering kita mendengar banyak hasil panen petani tidak sampai ke pembeli atau jika sampai ke pembeli produknya sudah rusak atau kurang segar. Masalah jarak dan waktu yang lama sampai pada pasar menjadi penyebabnya.

Masalah tersebut telah berjalan cukup lama dan berlarut larut, karena tidak memahami cara menanganinya, sehingga menjadi persoalan biasa. Padahal pembeli seharusnya bisa menikmati buah-buahan yang segar, seolah olah buah baru dipetik kemarin. Demikian juga pada saat panen ikan, seharusnya ikan tersebut bisa sampai ke pembeli dalam kondisi segar, sekalipun harus menyeberangi pulau. Selain itu produk yang berlebih dari hasil panen seringkali menjadi masalah dalam penanganan, karena tidak dapat diserap oleh pasar, akhirnya solusi yang dilakukan dan sering adalah menjual dibawah harga pasar. Keputusan tersebut dilakukan karena kwalitas hasil panen sudah mulai menurun dengan bertambahnya waktu.

Kita tidak bisa melawan waktu, dengan bertambahnya waktu akan terjadi proses kerusakan secara sistematis dan ini merupakan proses alami. Belum lama ini telah dihasilkan suatu teknologi proses yang dapat memperlambat proses perusakan tadi.  Teknologi proses ini dipergunakan setelah panen atau biasa disebut teknologi pasca panen’.

Pengembangan Teknologi Pasca Panen untuk ketersediaan produk terus menerus

Dua prinsip utama dari membangkitkan ozon adalah sinar ultra violet dan pelepasan korona.  Dalam generator ozon, elemen corona-discharge akan muncul, yang menyediakan beban kapasitif. Di sini ozon dihasilkan dari oksigen sebagai akibat langsung dari pelepasan listrik. Ketika kontaminan seperti bau, bakteri atau virus membuat kontak dengan ozon, struktur kimianya diubah menjadi senyawa yang kurang berbau. Karena semakin banyak ozon yang menyerang senyawa yang tersisa, akhirnya bau itu musnah termasuk bateri dan virusnya. Proses ini disebut oksidasi.

Ozon pada dasarnya kembali menjadi oksigen setelah itu.  Generator ozon secara sengaja menghasilkan ozon gas beracun dan dijual sebagai pembersih udara untuk aplikasi komersial dan residensial. Secara khusus, mereka diiklankan untuk menghilangkan bau, disinfeksi, membunuh atau membuang partikel udara yang berbahaya atau menjengkelkan di lingkungan dalam ruangan.

Teknologi ini secara jenis termasuk pada golongan teknologi yang ramah lingkungan dan merupakan teknologi terkini. Kandungan lokalnya cukup tinggi dan sudah diproduksi didalam negeri. Universitas Diponegoro menjadi pionir dalam pengembangan teknologi ini dengan Pusat Riset Plasmanya. Beberapa kelompok usaha kecil menggunakan teknologi ini dan secara teknis cukup teruji. Melalui penjadwalan panen dan penggunaan teknologi ozone generator akan dapat disediakan produk hasil pertanian dan kelautan secara terus menerus.

 (Emwe : disarikan dari berbagai sumber)

2 thoughts on “Pengembangan Teknologi Pasca Panen untuk ketersediaan produk terus menerus

  • 26 Oktober 2018 pada 11:25 am
    Permalink

    Silakan tinggalkan komentar

    Balas
  • 10 Oktober 2019 pada 2:58 am
    Permalink

    Hello there, simply become aware of your weblog through Google, and located that it is truly informative. I am gonna watch out for brussels. I will be grateful if you proceed this in future. Lots of other people shall be benefited from your writing. Cheers!

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: