Semangat Pengembangan Teknologi N219 Untuk Kehidupan Bangsa

Pengembangan teknologi suatu produk akan mengalami pasang surut tergantung orang orang dibalik pengembangan teknologi tersebut. Dalam pengembangan teknologi akan muncul banyak persoalan dari mulai pendanaan, tantangan, harapan, sumber daya manusia dan banyak lagi. Dalam pengembangan teknologi penerbangan pesawat seperti N219 ini bermodalkan semangat saja tidak cukup. Apa yang terkandung didalamnya merupakan perpaduan  sebuah semangat (spirit), kemampuan SDM nasional dalam teknologi, kesiapan industrinya dan keinginan bangsa untuk terus hidup mandiri dan berkelanjutan tanpa ketergantungan.

Sudah sekian lama sejak pertama kali N219 roll out di hanggar PT. Dirgantara Indonesia 10 desember 2015, baru 16 agustus tahun 2017 yang lalu pesawat ini benar benar terbang. Terbang perdana untuk sebuah pesawat sangat mecemaskan dan cukup menentukan, karena bila terjadi yang tidak diinginkan akan berakibat fatal, akan mengurangi kepercayaan calon pengguna pesawat tersebut dan merugikan industri pembuatnya. Hampir 2 tahun persiapan yang dilakukan untuk melakukan terbang perdana. Relatif lama untuk ukuran sebuah persiapan. Diantara selang waktu itu sempat juga direncanakan akan uji terbang, namun ada beberapa pertimbangan yang secara teknis perlu dimatangkan yang akhirnya merubah jadwal uji terbang yang direncanakan. Pembelajaran yang tercermin dari kejadian ini adalah bahwa untuk bisa terbang perlu pertimbangan yang matang terkait faktor ketelitian dan keselamatan yang merupakan bagian sangat penting yang harus dilakukan dari sebuah rekayasa pembuatan pesawat.

Kelayakan N219

Jika melihat beberapa tahun ke belakang. Hadirnya pesawat N219 tidak lepas dari kebutuhan nasional akan pesawat yang bisa menerbangi belantara Papua yang geografisnya banyak pegunungan dan perbukitan. Banyak permasalahan yang harus dilewati dalam melahirkan pesawat ini. Phase pertama adalah studi kelayakan untuk pesawat jenis ini. Pada phase awal ini kolaborasi dilakukan melalui forum grup discussion yang melibatkan beberapa ahli dari Kemenristekdikti, LAPAN, Bappenas dan PT.DI. Dari forum ini disimpulkan, bahwa program ini cukup layak dijalankan dengan pendanaan dibantu pemerintah. Pada phase ini sesungguhnya cukup kritis, karena meyakinkan pemerintah untuk mendanai program N219 bukannya perkara mudah. Apalagi ditengah banyak pihak yang masih meragukan kemampuan nasional dalam pembuatan pesawat. Hal ini bisa tercermin isu dari masyarakat yang berkembang dengan menyebut nama tokoh pewayangan “tetuko” sebagai obyek cibiran. Dalam bahasa jawa “tetuko” diartikan lain dan menjadi “sing teko gak tuku tuku sing tuku gak teko teko” artinya “yang datang tidak beli beli yang beli tidak datang-datang”  sangat tidak produktif dan melemahkan semangat.

Pembuatan prototipe

Phase ke 2 adalah phase pembuatan prototype yang harus dilakukan untuk mendukung uji struktur, uji terbang dan uji-uji yang lain dari sebuah pesawat. Pesawat jenis ini, dirancang sepenuhnya oleh engineer dari Indonesia.  Dibangun 4 buah prototype N219 untuk keperluan tersebut diatas. Secara teknis 4 buah pesawat tersebut terdiri dari 2 buah pesawat dalam kondisi lengkap untuk pengujian terbang dan 2 buah lagi dalam kondisi yang tidak lengkap dan tidak terbang untuk keperluan uji struktur. Dukungan infrastruktur laboratorium untuk mendukung pengujian N219 cukup memadai. Beberapa laboratorium dimiliki LAPAN dan BPPT yang berlokasi di kawasan Serpong. Peralatannya hampir sama seperti yang dilakukan dalam pengembangan N250, semua ada didalam negeri. Keterbaruan dari N219 dan dianggap unggul dari pesaingnya adalah bahwa pesawat ini dapat landing dan tinggal landas di landasan pendek, menggunakan teknologi komponen yang banyak ada di pasaran, memiliki kabin terluas di kelasnya, avionic mutakhir, mempunyai terrain awarness and warning system untuk mendeteksi wilayah perbukitan yang akan dilalui.

Uji terbang dan improvement

Secara prinsip bahwa pengujian itu diperlukan dan dilakukan untuk mendapatkan spesifikasi pesawat terbang yang sesuai dengan desain yang sudah direncanakan. Kekurangan yang diketahui setelah dilakukan pengujian akan dijadikan bahan untuk improvement desain pesawat. Demikian seterusnya berkali kali sampai benar-benar pesawat optimal dan sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan. Kini pesawat ini sedang mengalami uji terbang untuk mencapai target 300 jam sebagai prasyarat mendapatkan sertifikat tipe sebelum komersial. Dari apa apa yang sudah dilakukan diperkirakan uji terbang akan mencapai targetnya di akhir tahun 2018. Namun bisa saja target waktu tersebut melebihi waktu yang direncanakan, jika banyak yang harus dilakukan improvement. Artinya bahwa setiap improvement akan dilakukan uji terbang yang semuanya memerlukan waktu  yang tidak sebentar.  Oleh karena itu selesainya uji terbang bisa saja mundur melebihi yang direncanakan. Yang paling penting dari uji terbang adalah bahwa pesawat betul-betul memenuhi specific requirement seperti yang direncanakan dan aman.

Prospek pasar dalam negeri

Pemasaran untuk produk N219 bisa dilakukan didalam negeri dan luar negeri. Strategi pengenalan produk dari awal sebelum prototipe jadi merupakan langkah-langkah yang tepat untuk mengukur potensi pasar yang ada. Menggali kepercayaan pembeli melalui bentuk kesepakatan bersama merupakan daya tarik terhadap konsumen lain. Momen ini sekaligus menjadi ajang menggali specific requirement untuk alternatif desain pesawat. Inisiatif pihak industri untuk memasarkan N219 melalui ajang pameran baik dalam maupun luar negeri sangat tepat khususnya pameran dirgantara. Dari pameran tersebut, bisa diukur apakah pesawat N219 betul-betul unggul dalam kelas nya, seperti yang diperkirakan.  Memasarkan sebuah produk unggulan seharusnya tidak susah, namun meyakinkan pihak pembeli bahwa produk tersebut mempuyai kelebihan-kelebihan itu yang perlu usaha extra. Menguasai pasar dalam negeri untuk industri nasional merupakan keniscayaan. Banyaknya maskapai penerbangan nasional yang tumbuh dan berkembang menjadikan peluang pasar dalam negeri sangat terbuka. Dukungan regulasi nasional yang sudah ada bisa membantu untuk meraih kepercayaan pasar dalam negeri.

Membangun pola pikir

Membangun sebuah kepercayaan ke masyarakat tentang produk nasional termasuk sesuatu yang tidak mudah. Untuk itu perlu disosialisasikan dan disamakan persepsi masyarakat mengapa harus mencintai produk nasional. Sosialisasi bisa dilakukan disekolah sekolah, perguruan tinggi dan diajang pameran-pameran. Mencintai produk nasional semestinya bukan hanya sekedar bangga dan merasa memiliki, namun juga yang tidak kalah pentingnya adalah membelinya. Bagi masyarakat dengan membeli produk nasional, secara tidak langsung, ikut berpartisipasi dalam menghidupkan industri nasional. Selain itu apa yang dilakukan tersebut,  juga berdampak pada multiplier effect lainnya. Hal ini jika dicermati, sebetulnya merupakan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang sangat penting. Artinya bahwa dukungan pendanaan dari pemerintah terhadap riset dan pengembangan sebuah pesawat N219 banyak manfaatnya. Tidak sia-sia, karena dana yang sudah dikeluarkan untuk riset dan pengembangan akan kembali lagi ke negara dalam bentuk pajak.  Pajak yang dikenakan untuk setiap pesawat yang laku dipasaran. Sebuah siklus yang sangat produktif dan punya alasan kuat untuk dilakukan.

Sejarah sebagai pelajaran

Mungkin masih ingat sejarah kelam industri dirgantara Indonesia. Setelah krisis moneter tahun 1997 dimana masalah ekonomi berimbas pada produktivitas beberapa industri, termasuk industri dirgantara. Bantuan dana moneter dari IMF untuk penanggulangan krisis ternyata penuh persyaratan yang memberatkan. Akibatnya industri teknologi tinggi seperti PT. Dirgantara Indonesia atau PT.IPTN waktu itu menjadi pesakitan. Dampaknya sekitar kurang lebih 9 ribu personil dari 15 ribu orang secara bertahap mengalami pemutusan hubungan kerja. Sebagian beralih ke beberapa perusahaan dalam negeri dan banyak juga yang ke luar negeri. Beberapa personil yang keluar negeri ini terus berkarya dan menjadi orang penting di perusahaan yang juga menghasilkan produk dirgantara. Secara kwalitas, sumber daya manusia yang pernah bekerja di PT.DI punya kemampuan dan dihargai di luar negeri. N219 bisa saja menjadi produk yang sarat emosional dan menjadi daya tarik menjembatani ahli dirgantara diluar negeri tersebut kembali ke tanah air untuk membangun teknologi dirgantara di Indonesia.

Membangun potensi dalam negeri

Pesawat N219 ini kandungan lokalnya masih relative kecil sekitar 40%, namun batasan tersebut sudah cukup untuk bisa masuk pasar dalam negeri. Kondisi ini masih memungkinkan untuk ditingkatkan lagi. Peningkatan kandungan lokal sangat penting, karena nilai tambah tersebut menyangkut kehidupan industri pendukungnya. Menjadikan peluang untuk mengembangkan industri pendukung dirgantara yang berbasis R&D sangat terbuka. Tumbuhnya industri pendukung akan banyak menyerap tenaga kerja dan mengurangi ketergantungan dari luar negeri. Banyaknya produk dirgantara yang diproduksi di luar negeri, sudah sewajarnya, karena teknologi dirgantara bermula dari luar negeri. Jika mengacu pada kejadian kecelakaan pesawat terbang, yang selalu dicari pertama kali adalah black box. Suatu benda yang didalamnya berisi komponen elektronik yang didesain disesuaikan dengan karakteristik pesawatnya. Akan perlu waktu lama untuk membaca code elektronik  jika pesawat harus dibeli  dari luar negeri. Jika pesawat dibuat didalam negeri, sebaiknya black box bisa juga dibuat didalam negeri sebagai satu paket yang melekat. Industri elektronik dalam negeri cukup mampu merealisasikan.

Kesiapan daerah

Bagaimana kesiapan daerah? Kesiapan daerah Papua dan daerah terpencil lainnya siap mendukung suksesnya pengembangan teknologi pesawat N219. Kesiapan daerah ditandai dengan pembangunan infra struktur berupa perbaikan dan pembangunan airport baru yang banyak didaerah-daerah. Selain itu juga ketertarikan daerah untuk membeli pesawat N219 cukup besar, terbukti dengan pemesanan produk di pameran dirgantara Singapura. Sekarang tinggal menunggu waktu saja, N219 sedang mengalami proses sertifikasi tipe yang tidak lama lagi akan selesai. Semoga tahun 2019 menjadi tahun yang penuh dukungan untuk produk nasional. Maskapai penerbangan nasional diharapkan sudah menggunakan dan menerbangkan pesawat N219.

Ditengah pemahaman yang cukup beragam dan tidak semua mendukung produk nasional. Masih ada orang-orang yang tetap bekerja keras berkarya walaupun dalam keterbatasan yang ada. Tidak ada kebanggaan abadi yang mengangkat derajat bangsanya, kecuali dengan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat untuk negara dan bangsanya. Perjalanan cukup panjang dan melelahkan, begitulah sesuatu yang harus diperjuangkan terus. Memang tidak mudah dan pahit diawal, semoga manis diakhirnya. Industri dirgantara harus tetap hidup, sebagai simbul kebangkitan teknologi.

11 thoughts on “Semangat Pengembangan Teknologi N219 Untuk Kehidupan Bangsa

  • 24 Oktober 2019 pada 8:31 pm
    Permalink

    Thank you for sharing excellent informations. Your site is so cool. I am impressed by the details that you?¦ve on this web site. It reveals how nicely you perceive this subject. Bookmarked this web page, will come back for more articles. You, my pal, ROCK! I found simply the information I already searched all over the place and just could not come across. What an ideal web site.

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: